Sambutan Pengurus ASFI Pada Reuni Sarjana Filsafat UGM 2016

Esti Sri Rejeki, Sekretaris Harian ASFI, membacakan sambutan pengurus ASFI pada reuni lintas angkatan Sarjana Filsafat UGM, di Yogyakarta, Sabtu 9 Juli 2016. (Foto: Panitia reuni)
Esti Sri Rejeki, Sekretaris Harian ASFI, membacakan sambutan pengurus ASFI pada reuni lintas angkatan Sarjana Filsafat UGM, di Yogyakarta, Sabtu 9 Juli 2016. (Foto: Panitia reuni)

Yth dan Terpelajar,

Dekan Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada

Ketua Panitia REUNI LINTAS ANGKATAN ALUMNI SARJANA FILSAFAT UGM

Ketua ALFIGUD dan Ketua IKAFI

Rekan-Rekan Alumni Sarjana Filsafat UGM

Seluruh Sarjana dan Pemerhati Filsafat

SALAM SEJAHTERA,

Pertama-tama, pada kesempatan yang membahagiakan ini, perkenankan saya

memperkenalkan organisasi profesi sarjana filsafat yang masih muda-belia ini kepada bapak/ibu yang terpelajar.

ASFI digagas pada tahun 2014 di tengah-tengah acara kopdar para ‘RONIN’ yang sehari-hari berprofesi sebagai dosen PTS di wilayah Gading Serpong dan Karawaci, Tangerang. Oleh karena senasib-seprofesi, maka dirasa perlu untuk kerapkali bertemu, saling ‘kepo’ (baca:mendukung) dan berbagi pengalaman. Dari situ timbul ke-‘kepo- an’ akan nasib profesi sarjana filsafat yang tidak memiliki ‘rumah intelektual’ untuk berkembang dan berbagi pengetahuan dan kesejahteraan.

Lebih ‘kepo’ lagi, kegunaan filsafat pada pendidikan formal hampir tidak berbunyi merdu. Para sarjana filsafat adalah para sarjana kelas ‘pelipur lara’ yang musti menanggung beban dan tanggungjawab panggilan profesi dan panggilan moral sebagai pendidik Mata Kuliah Pengembangan ‘Kepribadian’ (MPK).

Mereka (baca: sarjana filsafat) ditampung di bawah ‘gubuk’ Unit Pelaksana Teknis (UPT) atau Departemen Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU). Nasib mereka, “Habis manis sepah dibuang”.  Maklum sekadar ‘gubuk’, bukan rumah studi alias program studi.

Alih-alih kurikulum pendidikan filsafat di-muliakan, dinyatakan ‘tidak berguna’ bagi kemashalatan; boros bujet sebab penelitian ‘filsafat tidak ada gunanya’ karena tidak menghasilkan roti yang dapat mengenyangkan perut, namun merusak otak belaka. Tidak heran, sarjana filsafat di mana-mana di luar program studi filsafat tidak berkembang, mandeg, dan dinistakan.

Alhasil, kami menyadari perlu sebuah perkumpulan yang menghimpun sebagian besar bahkan seluruh sarjana filsafat Indonesia untuk memperhatikan, menanggapi dan menyikapi secara bersama-sama situasi pendidikan di tanah air kita ini yang semakin komersial, neo-liberal, sektoral dan fragmentaris.

Continue reading Sambutan Pengurus ASFI Pada Reuni Sarjana Filsafat UGM 2016

Seri Diskusi Bulanan ASFI #11 Tata Kelola Migas Nasional

M. Kholid Syeirazi
M. Kholid Syeirazi (koleksi pribadi)

Pengantar Tema

Melanjutkan seri diskusi ASFI sebelumnya, seri diskusi kali ini akan mengulas masalah pokok sektor energi nasional, yaitu tata kelola yang belum mendukung kedaulatan dan ketahanan energi.
Minyak dan gas tidak bisa dikelola langsung negara karena Kuasa Pertambangan (KP) diserahkan kepada BP Migas/SKK Migas yang bukan BUMN. Pertamina hanya menguasai 21 persen produksi, dan 10 persen cadangan migas nasional. Selebihnya, proporsi KP dikuasai asing dan swasta.
Sekretaris Jenderal ISNU (Ikatan Sarjana NU) sekaligus Direktur Eksekutif Center for Energy Policy akan membahas energi baru terbarukan (EBT); bauran energi nasional saat ini dan proyeksi ke depan; proyeksi kebutuhan energi nasional hingga 2050; dan potret tata kelola energi fosil serta potret tata kelola EBT dan permasalahannya.
Hadirilah berbondong-bondong.

Seri Diskusi Bulanan ASFI #10 Ketahanan Nasional dan Bisnis Minyak dan Gas

Bambang Purwohadi  untuk Asosiasi Sarjana Filsafat Indonesia
Bambang Purwohadi (Koleksi pribadi)
Pengantar Tema:
Tak hanya menyoal pangan dan energi, wacana ketahanan nasional di Indonesia juga mencakup isu militer, ideologi, kepemimpinan nasional, tradisi, sejarah, kebudayaan hingga bisnis/ekonomi. Dengan kata lain, terjadi perluasan wacana sedemikian rupa sehingga ketahanan seolah sama dengan pertahanan.
Bambang Purwohadi, mantan Ketua Asosiasi Pemboran Minyak dan Gas Bumi Indonesia, akan memaparkan Hasta Gatra sebagai teori Ketahanan Nasional (Tannas). Hasta Gatra mencakup Tri Gatra (the given) dan Panca Gatra (the dynamics) yang dapat diaplikasikan sebagai alat analisa untuk membaca peluang bisnis.

Continue reading Seri Diskusi Bulanan ASFI #10 Ketahanan Nasional dan Bisnis Minyak dan Gas

Seri Diskusi Bulanan ASFI #9 Gerakan Pentakosta di Indonesia

Aktifitas jemaat di salah satu Gereja Pentakosta, Semarang, 2012. Foto: Ubed AS
Aktifitas jemaat di salah satu Gereja Pentakosta, Semarang, 2012.
Foto: Ubed AS

Agama mengimplikasikan gerakan keagaamaan. Keduanya seringkali serupa tetapi tak sama. Akibatnya, orang seringkali kesulitan untuk membedakan antara fenomena agama dengan fenomena gerakan keagamaan.

Ubed Abdillah Syarif, koordinator mata kuliah Ilmu Pengetahuan Agama (IPA) di Universitas Buddhi Dharma sekaligus Research Associate – ICRP Jakarta, akan membahas gerakan Pentakosta di Indonesia.

Continue reading Seri Diskusi Bulanan ASFI #9 Gerakan Pentakosta di Indonesia