Sebagai Rangkaian dari Acara Lustrum X dan Dies Natalis ke-90, Fakultas Filsafat UGM bekerja sama dengan ASFI, mengadakan Seminar Nasional Filsafat Wayang. Seminar ini terbuka bagi para akademisi Ilmu Filsafat, pemerhati budaya nusantara, pengamat bidang sosial, politik, budaya, dan hankam.

Formulir Pendaftaran ASFI

Selamat datang di website resmi ASFI. Selama dua tahun ini ASFI terus membenahi diri, meski dengan langkah-langkah yang pelan, namun pasti, salah satunya adalah prosedur pendaftaran anggota.

Dalam sebuah organisasi, keberadaan anggota menjadi aspek yang paling vital yang menentukan dinamika di dalamnya. Hubungan organisasi dan anggotanya adalah hubungan yang mutualis.

Oleh karena itu, kami membuka diri kepada siapapun yang merupakan alumnus Ilmu Filsafat di seluruh Indonesia, untuk bergabung bersama kami, dan mengembangkan ilmu filsafat di Indonesia.

Formulir pendaftaran anggota dapat dilihat dalam link berikut ini:

https://docs.google.com/forms/d/1tSqaOGWXmqlBPBtS_HVoKj-40iO0pE4-39IZ_zZrHCc/edit?usp=drivesdk

Kami juga menerima dengan tangan terbuka mengenai apresiasi, masukan, kritik, dan saran ke alamat email: asfindo2014@gmail.com.

Terima kasih.

Sambutan Pengurus ASFI Pada Reuni Sarjana Filsafat UGM 2016

Esti Sri Rejeki, Sekretaris Harian ASFI, membacakan sambutan pengurus ASFI pada reuni lintas angkatan Sarjana Filsafat UGM, di Yogyakarta, Sabtu 9 Juli 2016. (Foto: Panitia reuni)
Esti Sri Rejeki, Sekretaris Harian ASFI, membacakan sambutan pengurus ASFI pada reuni lintas angkatan Sarjana Filsafat UGM, di Yogyakarta, Sabtu 9 Juli 2016. (Foto: Panitia reuni)

Yth dan Terpelajar,

Dekan Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada

Ketua Panitia REUNI LINTAS ANGKATAN ALUMNI SARJANA FILSAFAT UGM

Ketua ALFIGUD dan Ketua IKAFI

Rekan-Rekan Alumni Sarjana Filsafat UGM

Seluruh Sarjana dan Pemerhati Filsafat

SALAM SEJAHTERA,

Pertama-tama, pada kesempatan yang membahagiakan ini, perkenankan saya

memperkenalkan organisasi profesi sarjana filsafat yang masih muda-belia ini kepada bapak/ibu yang terpelajar.

ASFI digagas pada tahun 2014 di tengah-tengah acara kopdar para ‘RONIN’ yang sehari-hari berprofesi sebagai dosen PTS di wilayah Gading Serpong dan Karawaci, Tangerang. Oleh karena senasib-seprofesi, maka dirasa perlu untuk kerapkali bertemu, saling ‘kepo’ (baca:mendukung) dan berbagi pengalaman. Dari situ timbul ke-‘kepo- an’ akan nasib profesi sarjana filsafat yang tidak memiliki ‘rumah intelektual’ untuk berkembang dan berbagi pengetahuan dan kesejahteraan.

Lebih ‘kepo’ lagi, kegunaan filsafat pada pendidikan formal hampir tidak berbunyi merdu. Para sarjana filsafat adalah para sarjana kelas ‘pelipur lara’ yang musti menanggung beban dan tanggungjawab panggilan profesi dan panggilan moral sebagai pendidik Mata Kuliah Pengembangan ‘Kepribadian’ (MPK).

Mereka (baca: sarjana filsafat) ditampung di bawah ‘gubuk’ Unit Pelaksana Teknis (UPT) atau Departemen Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU). Nasib mereka, “Habis manis sepah dibuang”.  Maklum sekadar ‘gubuk’, bukan rumah studi alias program studi.

Alih-alih kurikulum pendidikan filsafat di-muliakan, dinyatakan ‘tidak berguna’ bagi kemashalatan; boros bujet sebab penelitian ‘filsafat tidak ada gunanya’ karena tidak menghasilkan roti yang dapat mengenyangkan perut, namun merusak otak belaka. Tidak heran, sarjana filsafat di mana-mana di luar program studi filsafat tidak berkembang, mandeg, dan dinistakan.

Alhasil, kami menyadari perlu sebuah perkumpulan yang menghimpun sebagian besar bahkan seluruh sarjana filsafat Indonesia untuk memperhatikan, menanggapi dan menyikapi secara bersama-sama situasi pendidikan di tanah air kita ini yang semakin komersial, neo-liberal, sektoral dan fragmentaris.

Continue reading Sambutan Pengurus ASFI Pada Reuni Sarjana Filsafat UGM 2016

Seri Diskusi Bulanan ASFI #11 Tata Kelola Migas Nasional

M. Kholid Syeirazi
M. Kholid Syeirazi (koleksi pribadi)

Pengantar Tema

Melanjutkan seri diskusi ASFI sebelumnya, seri diskusi kali ini akan mengulas masalah pokok sektor energi nasional, yaitu tata kelola yang belum mendukung kedaulatan dan ketahanan energi.
Minyak dan gas tidak bisa dikelola langsung negara karena Kuasa Pertambangan (KP) diserahkan kepada BP Migas/SKK Migas yang bukan BUMN. Pertamina hanya menguasai 21 persen produksi, dan 10 persen cadangan migas nasional. Selebihnya, proporsi KP dikuasai asing dan swasta.
Sekretaris Jenderal ISNU (Ikatan Sarjana NU) sekaligus Direktur Eksekutif Center for Energy Policy akan membahas energi baru terbarukan (EBT); bauran energi nasional saat ini dan proyeksi ke depan; proyeksi kebutuhan energi nasional hingga 2050; dan potret tata kelola energi fosil serta potret tata kelola EBT dan permasalahannya.
Hadirilah berbondong-bondong.